Apa yang Harus Dilakukan Driver Gojek yang Putus Mitra?


Bangojol.com - Apa yang Harus Dilakukan Driver Gojek yang Putus Mitra? Setelah kawan driver berhasil menjadi salah satu driver ojek online, bukan berarti dapat bebas tanpa aturan. Setiap perusahaan penyedia jasa ojek online, termasuk Gojek menyediakan aturan-aturan yang harus ditaati oleh setiap kawan driver. Berani coba-coba melanggar, maka kawan driver harus bersiap kehilangan akun Gojek kawan driver.

Jika hal ini terjadi, itu berarti kawan driver sudah kehilangan kesempatan menjadi driver Gojek. Atau dalam bahasa yang sering digunakan gojek, kawan driver akan "Putus Mitra" dengan Gojek.

Sudah sejak awal berdiri, Gojek memberlakukan ketentuan ini kepada semua drivernya. Putus Mitra diberlakukan jika kawan driver dinilai sudah melanggar kebijakan yang mereka tetapkan. Apa alasannya? tentu ada banyak penyebab yang bisa membuat kawan driver putus mitra dengan Gojek. 

Kawan driver yang melanggar aturan lalu lintas, curang dalam menerima orderan pelanggan, memberikan pelayanan yang buruk kepada penumpan, dan lain sebagainya. Ini hanya segelintir alasan yang dapat membuat Gojek memutuskan mitra kerja dengan kawan driver.

Bagi kawan driver yang menggantungkan hidup sebagai driver Gojek, putus mitra tentu menjadi bencana besar. Lantas apa yang harus kawan driver lakukan jika hal ini terjadi? Nah, ini hal-hal yang dapat kawan driver lakukan jika akun Gojek kawan driver mengalami suspend dan putus mitra dengan Gojek.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Driver Gojek yang Putus Mitra 

Bagi kawan driver yang putus mitra dengan Gojek tidak perlu terlalu berlarut dalam kesedihan. Ada beberapa hal yang dapat kawan driver lakukan ketika hal ini terjadi, yaitu:

Mencari Tahu Alasan Pemutusan Mitra

Hal pertama yang harus kawan driver lakukan jika akun Gojek di-suspend adalah dengan mengetahui penyebab terjadinya hal tersebut. Ketika kawan driver mengetahui alasan pembekuan akun Gojek yang kawan driver miliki, maka mengaktifkan kembali akun menjadi lebih mudah. Kawan driver juga dapat mengatasi masalah ini dengan lebih cepat jika mampu menganalisa penyebabnya.

Kawan driver dapat melakukan analisa pribadi mengenai alasan pembekuan akun Gojek. Namun, jika kawan driver tidak mengetahui alasan dibalik pembekuan akun, silahkan kawan driver menghubungi pihak Gojek Indonesia.

Kawan driver dapat mengirimkan email banding kepada pihak Gojek. Jika memang terdesak, kawan driver dapat datang langsung ke kantor Gojek. Kawan driver dapat menceritakan kronologis yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, kawan driver akan mengetahui alasan yang membuat Gojek melakukan putus mitra dengan kawan driver.

Bagaimana Jika Kesalahan yang Dilakukan Tidak Sengaja?

Jika kesalahan yang dilakukan oleh kawan driver tidak disengaja, maka kawan driver memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kembali akun Gojek. Kawan driver dapat mengajukan kepada pihak Gojek untuk kembali mengaktifkan akun kawan driver. Setelah itu, kawan driver dapat kembali beraktivitas sebagai driver Gojek.

Bagaimana Jika Kesalahan yang Dilakukan Dianggap Sangat Berat?

Jika pihak Gojek menilai kesalahan yang dilakukan sangat berat dan melanggar ketentuan perusahaan, maka akun kawan driver akan di-suspend secara permanen. Hal ini akan membuat Gojek memutus mitra kerja dengan kawan driver.

Jika Gojek telah memutus mitra dengan kawan driver, maka cobalah untuk bertanya kepada pihak Gojek untuk solusi lainnya. Tanyakan apakah kawan driver bisa mendaftar di bagian lainnya atau tidak.

Misalnya, kawan driver adalah driver Go-Ride yang diputus mitra kerja. Tanyakan kepada pihak Gojek apakah ada kemungkinan kawan driver bisa mendaftar untuk menjadi driver Go-Car, Go-Send, atau fitur-fitur yang disediakan Gojek lainnya.

Jelaskan juga bahwa kawan driver tidak akan mengulangi kesalahan yang sama yang sebelumnya pernah kawan driver lakukan. Kawan driver dapat terus mencoba berbagai solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pihak Gojek.

Jika memang Gojek tidak dapat menerima kawan driver lagi, tentu kawan driver tidak harus bersedih. Jadikan ini sebagai pelajaran dan cobalah untuk beralih ke perusahan penyedia jasa ojek online lainnya. Mungkin rezeki kawan driver adalah menjadi driver ojek online selain Gojek, misalnya Grab.

Namun, ada satu hal yang perlu kawan driver ketahui. Pemutusan mitra kerja yang dilakukan oleh Gojek dilakukan untuk kebaikan bersama. Sebagai perusahaan yang sangat mengutamakan kenyamanan pelanggan, tentu kepuasan pelanggan menjadi hal yang utama. Oleh karena itu, Gojek tidak akan mentoleransi setiap driver yang membuat pelanggan tidak puas dengan layanan yang diberikan oleh Gojek.

Gojek ingin membuat ekosistem bisnis yang sehat. Salah satunya adalah dengan menghilangkan driver-driver nakal yang akan merusak citra Gojek. Hal inilah yang harus kawan driver ketahui. Wajar jika Gojek tidak ingin bermitra dengan driver yang melakukan kesalahan fatal.

Akan tetapi, setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan. Nah, jika kawan driver melakukan kesalahan ini, jangan malu untuk mencoba mencari penjelasan ke pihak Gojek. Kawan driver akan mengetahui apakah kawan driver akan diputus mitra kerja atau tidak.

Jika memang mengalami pemutusan mitra kerja, maka salah satu pilihan terbaiknya adalah beralih ke perusahaan transportasi online lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel