Bersiaplah! Tarif Taksi Online Akan Setara Blue Bird

Tarif Taksi Online Akan Setara Blue Bird

Kemunculan taksi online memang memberikan pro dan kontra di masyarakat. Kawan driver yang berprofesi sebagai driver taksi konvensional tentu sudah lama dilema dengan hal ini. Tarif taksi online yang dinilai lebih murah dianggap merugikan driver taksi konvensional.

Menyikapi permasalahan ini, pemerintah turun tangan untuk menenangkan keadaan. Pemerintah segera membuat aturan yang mengatur tarif taksi online yang tidak akan merugikan pihak manapun.

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

Peraturan ini berisikan aturan mengenai tarif baru yang akan diberlakukan bagi taksi online. Tarif baru yang harus diberlakukan oleh penyelenggara taksi online adalah Rp 3.500/km untuk tarif batas bawah dan Rp 6.500/km untuk tarif batas atas. Peraturan ini membuat tarif baru taksi online setara dengan tarif taksi blue bird dan taksi konvensional lainnya.

Keputusan ini tentu disambut baik oleh Organda (Organisasi Angkutan Darat). Aturan baru ini dinilai akan membuat kompetisi antar supir taksi semakin tertata. Kawan driver yang berprofesi sebagai supir taksi online atau konvensional diharapkan dapat bersaing secara sehat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di dalam Permenhub ini juga telah diatur bahwa tarif perjalanan untuk taksi online masih akan diatur per wilayah. Jadi, tarif perjalanan ini akan ditetapkan berdasarkan keputusan gubernur dan Menteri Perhubungan. Setiap wilayah dapat membuat aturannya tersendiri dengan melihat berbagai pertimbangan, namun tetap harus dalam batas atas dan batas bawah yang sudah diatur di keputusan menteri perhubungan.

Hal ini yang membuat tarif taksi online antar daerah mungkin saja dapat berbeda. Dengan adanya ketentuan ini tentu semakin memberikan kepastian standar pelayanan minimal yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Dengan adanya aturan terbaru ini juga diharapkan semua pihak dapat mematuhi aturan dengan sebaik mungkin. Aturan ini dibuat agar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna serta pemberi jasa taksi bisa semakin baik lagi.

Akan tetapi, di dalam aturan terbaru ini masih ada hal yang dianggap kurang. Organda berharap aturan ini juga mengatur persyaratan untuk menjadi supir taksi baik online maupun konvensional.

Hal ini mengingat selama ini beberapa operator taksi online tidak menyertakan persyaratan khusus untuk menjadi supir taksi online. Sedangkan, perusahaan taksi konvensional memberikan persyaratan tertentu untuk menjadi supir taksi.

Dibalik semua kekurangan ini, tentu diharapkan tidak ada lagi gesekan dan rasa ketidakadilan antar supir taksi yang akan merugikan penumpang. Penumpang tinggal memilih ingin menggunakan jasa taksi online atau taksi konvensional karena harga yang diberlakukan sudah sama.

Bagaimana pendapat kawan driver dengan adanya aturan terbaru ini?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel